Di dalam hidup, terkadang kita dihadapkan dapa situasi dimana kita harus memilih antara cinta dan persahabatan. Untuk sebagian orang ini mungkin pilihan yang sangat sulit. Sehingga kita sering bingung untuk memutuskan apakah akan memilih cinta, sahabat atau malah tidak kedua-duanya.
Antara cinta dan persahabatan memang sering menjadi polemik dalam hidup kita. Misalnya, ketika kita mulai mencintai sahabat kita. Di sinilah masalah sering muncul. Ketika kita akan memutuskan untuk jujur bahwa sebenarnya kita mencintainya, kita sering takut kalau sahabat kita tak bisa menerima. Namun, jika kita terus memendam perasaan kita terhadapnya, justru kita sendiri yang merasa tersiksa dengan perasaan itu. Di satu sisi, kita ingin jujur dengan perasaan kita. Namun di sisi lain, dia sahabat kita dan kita tak ingin menyakitinya karena menghianati persahabatan yang sudah terjalin dengan baik.
Sebenarnya tak ada yang salah dengan kita mencintai sahabat kita. Karena tiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai. Siapapun dan dengan siapapun itu. Karena cinta itu adalah hakikat hidup dan merupakan karunia dari Sang Pencipta. Dan setiap orang pasti memiliki cinta di hatinya. Tak terbatas kepada kekasih saja. Juga cinta kepada teman, sahabat, keluarga dan yang terutama cinta kepada Tuhan yang memberikan anugerah cinta itu kepada kita.
Karena itu, kita tak perlu takut mempunyai perasaan cinta kepada sahabat kita. Ungkapkan saja apa yang ada di hati kita. Karena, jika memang ia adalah sahabat yang baik, maka ia akan mengerti dengan perasaan kita. Walaupun memang tak semua yang bisa menerima. Itu resiko dan kita harus siap dengan resiko itu. Karena di dalam hidup, di dalam setiap tindakan pasti selalu ada yang namanya resiko dan itu juga merupakan hakikat hidup.
Jadi, intinya persahabatan yang berubah jadi cinta bukanlah sesuatu yang tidak dibenarkan atau dianggap tabu. Hal ini lumrah dan wajar terjadi. Tak ada hal-hal yang perlu ditakuti. Yang penting kita bisa jujur dengan perasaan kita. Masalah cinta kita diterima atau ditolak, itu urusan belakangan. Jika memang ditolak, hal tersebut jangan sampai dijadikan alasan untuk mengakhiri persahabatan yang sudah terjalin selama ini. Hal itu justru dapat dijadikan pemicu untuk semakin mempererat tali persahabatan dan bukan malah membuat hancur persahabatan tersebut.
Cinta dan persahabatan itu berjalan saling beriringan dan akan saling menguatkan jika disikapi dengan baik dan bijak. Salam cinta dan persahabatan untuk kita semua.
0 Komentar
Penulisan markup di komentar