Sebuah Pelajaran Berharga Dari Seorang Sahabat

Rabu, Februari 15, 2012
Hari ini kembali aku belajar dari seorang sahabatku. Dia mengatakan begini,"sesuatu yang terus menerus berusaha untuk dilupakan justru akan selalu teringat dengan jelas di pikiran kita." Ya, aku setuju dengan statement tersebut dan hal itu benar-benar terjadi padaku saat ini.

Kejadian itu sungguh sangat berbekas di hatiku. Bukan kejadian yang menyenangkan sih. Justru buatku sangat menyakitkan. Tapi entah kenapa aku justru tak bisa melupakan hal tersebut dan kejadian itu selalu saja terngiang di benakku. Yah, aku memang bukan seorang yang hebat dalam dunia percintaan. Buktinya berkali-kali aku gagal dalam hal yang satu ini. Sepertinya masih harus lebih banyak berguru lagi kali ya (^^,)


Tapi yang terakhir ini sungguh berbeda buatku dan sangat spesial. Walaupun sudah beberapa bulan berlalu, aku tetap saja tak dapat menghapusnya dari memori di benakku. Dia selalu saja tiba-tiba muncul di antara beribu ingatan dan hal-hal, mulai dari yang sepele sampai dengan yang rumit sekalipun yang mampu kusimpan di pikiranku.

Padahal selama ini aku selalu dan selalu berusaha sekeras mungkin untuk bisa menghilangkan sosoknya yang selalu saja membayangi hidupku. Tapi ya begitulah, bayangannya tetap saja menghampiriku. Bahkan ia sanggup hadir sebagai pemeran utama dalam mimpiku. Entahlah, padahal kalau dipikir-pikir dia sudah mengecewakanku. Kenapa sih aku selalu saja mengingatnya? Akupun tak tau bagaimana menjawabnya. Hal ini mengalir begitu saja tanpa kusadari.

Terkadang aku merasa kesal kepada diriku sendiri kenapa aku masih saja belum bisa lepas dari bayang-bayangnya. Belum tentu juga dia juga memikirkanku, secara dia juga sudah menentukan pilihan hidupnya sendiri. Lalu kenapa aku juga tak berbuat hal yang sama? Menentukan jalan hidupku sendiri? Di sinilah timbul kegalauan dalam diriku. Aku harus tegas pada diriku sendiri dan menentukan pilihan hidupku. Aku sadar kalau aku telah terjebak. Aku telah mengurung diriku untuk bisa melihat sesuatu di luar sana yang sebenarnya bisa menjadi harapan baru untukku.

Sampai kemarin aku bertemu dengan teman-temanku. Ya, biasalah kalau cowok udah ngumpul yang dibicarakan pasti tak jauh dari hal-hal yang berbau wanita dan cinta. Kalau sudah membahas tentang hal yang satu ini, aku sangat antusias sekali.hhehe. Dan di tengah pembicaraan, ada satu statement yang menarik perhatianku dan ternyata bisa membuka pikiranku dan membuatku termotivasi. "Sesuatu yang terus menerus berusaha untuk dilupakan justru akan selalu teringat dengan jelas di pikiran kita."

Sekarang aku sadar bahwa hidupku masih panjang dan harus terus berjalan dengan semestinya. Mungkin aku memang belum bisa melupakannya. Atau boleh dibilang kalau tak bisa melupakannya. Namun, satu hal yang kini kuyakini. Aku boleh terus meletakkan sosok dirinya di dalam diriku, tapi aku tak boleh terikat dengan bayangannya. Artinya, dia bisa saja untuk selalu menjadi bagian kecil dari hidupku. Namun, aku tau kalau hatinya bukan untukku dan hatikupun bukanlah untuknya. Jadi, ya akan kunikmati semua ini. Sosok indahnya akan selalu kusimpan baik-baik dalam hatiku sebagai penyemangat untukku melangkah ke depannya.

Dengan kejadian ini, aku semakin mengerti makna dari ungkapan "cinta itu tak harus memiliki". Bagiku cinta itu memang harus dimiliki dan diperjuangkan dengan pasti. Tapi, kalau kita sudah melakukan segala cara yang kita bisa untuk berusaha memiliki cinta itu, namun hasilnya masih saja belum seperti yang diharapkan. Dalam arti kita bukanlah seseorang yang dipilih cinta untuk menjadi bagian dari hidupnya, di sinilah menurutku cinta itu menjadi tak harus dimiliki. Karena justru akan menjadi tidak baik dan bisa saja akan menjadi sangat menyakitkan ke depannya kalau tetap dipaksakan.

Terima kasih secara khusus buat sahabatku yang sudah membuka pemikiranku tentang ini. Semoga kita semua bisa menjadi seorang pejuang cinta yang baik dan bijak dalam setiap perjalanan cinta kita walaupun terkadang menyakitkan dan tak sesuai harapan kita.
________________________
Salam cinta dan persahabatan...

Share this :

Previous
Next Post »
2 Komentar
avatar

KIe pat kay bilang " Chinta itu deritanya tiada akhir " so...jk kita takut menderita, maka jangan coba - coba untuk mencinta....huehehehehe.......
salam kompak sobat......

Balas
avatar

@wahonobae: betul sob...setuju banget dah...hhehe

Balas

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Doni Cerita Tentang Cinta ✔